TANGISAN MENTARI
SENJA
Pagi hari ku melihat awan sunyi di
embun pagi yang dingin.melihat tas backpack yang besar sedang berdiri gagah dan
menyandar ke dinding.hari ini adalah hari sabtu,dimana kemping penyelidikan
alam akan pergi hari ini.Allan yang masih melihat jam dinding menunjukkan jam
5.30,masih ingin tertidur di tempat tidurnya yang empuk dan hangat.tetapi,dia
tetap ingat bahwa shalat subuh lebih utama daripada tertidur nyenyak.akan ingat
hal itu,Allan bangun dan mengambil air wudhu dan langsung menuju ruang
shalat.dan dia pun akhirnya selesai shalat. “Allan,kamu sudah shalat kan ?”
kata nenek sambil memegang sesuatu di tangannya. “Iya nek,memangnya kenapa ?”
jawab Allan.nenek tersenyum simpul dan kembali memasak.”siapkan saja dulu
barang-barangmu atau lihatlah dulu,siapa tau ada barang-barang yang belum
dimasukkan” Allan langsung menjawab “Iya nek” Allan pergi ke kamar dan membuka
res tasnya dan melihat barang-barang.mungkin,semuanya sudah ada di tas.
“Allan,tolong masukkan ini ke tasmu (sebuah kotak berwarna oranye)” nenek
memberinya sebuah kotak dan “ini apa nek ?” Allan masih bingung dan penasaran
apa isinya.Allan melihat jam dinding ternyata,sudah jam 6.00.Allan langsung
berlari ke kamar ayahnya dan membangunkannya.setelah ayah Allan bangun,mereka
langsung pergi ke ruang makan dan sarapan bersama nenek.ibu Allan sudah
meninggal 3 tahun yang lalu.semenjak Allan pulang dari kemping dan melihat
bendera putih di depan rumah.tetapi,Allan tetap tabah menerima semua itu.dan
melupakannya setelah 1 tahun berturut-turut.
Allan diantar oleh ayahnya
naik mobil dan mengangkut beberapa barang yang isinya begitu besar dan perlu
bantuan untuk bawaan.Allan masih berpikir,bagaimana nanti dia akan berdiri
gagah di gunung Resta.atau bisa dikenal di desa Ompa.yang banyak orang
mengenalinya sebagai gunung alam tertinggi di kota Aspacheschet.Allan nanti
akan pergi ke gunung itu bersama teman-temannya dan guru-guru pecinta alam
disekolahnya (SMP OLIMPIQUE).setelah melewati bagian-bagian jalan,Allan berkhayal
seperti di dunia mimpi menuju awal perjalanan ke kota rahasia tertinggi.sampai
seperti itulah Allan berkhayal,atau bisa dibilang,khayalan yang terlalu jauh
maknanya.
Setelah sampai disekolah,Allan bertemu
temannya yang biasa dipanggil Kevin.Kevin adalah teman kecil Allan.atau bisa
dikenal sebagai Childhood friend.”Hai Allan.” Sapa Kevin.”Eh,Kevin.kamu juga
baru sampai ya ?” Kevin mengangguk ya dan mereka berdua langsung mencium tangan
ayah mereka masing-masing dan berlari masuk ke dalam lapangan sekolah untuk
berkumpul. “Semuanya,tolong berkumpul dan berbaris dengan rapi.” Teriak pak George.Allan
dan Kevin berbaris rapi dan bersampingan.mereka berdua tersenyum simpul karena
akhirnya telah tiba dimana organisasi Pecinta Alam akan melakukan kemping yang
luar biasa.mereka berdua mendengar penyampaian yang disampaikan pak
George,setelah itu kembali ke tempat semula untuk melihat barang-barang dan
bersiap untuk pergi dimana perjalanan yang luar biasa akan dimulai ! .
Ting Tong,jam 8.35.waktunya untuk
pergi.Allan dan kevin selalu bersama dan tidak mau terpisah agar mereka selalu
bersama-sama melihat hasil penyelidikan alam yang akan mereka observasi
nanti.dan kebetulan,mereka juga termasuk dalam 1 grup.begitu senangnya,mereka
ingin melihat mentari senja bersama-sama.dan itu sebuah janji yang
menjamin.setelah mereka semua masuk Bus,lalu “Allan,memangnya,kamu bawa apa
semua ? di tas backpack-mu itu,banyak sekali yah bawaannya.” Heran Kevin selagi
melihat tas backpack yang dipegang Allan.”Isinya ada baju,celana,alat
mandi,alat eksplorasi,alat makan,makanan,dan lain-lain.” Kata Allan sambil
menunjukkan jari.”memangnya,hanya itu saja ? tidak mungkin barang-barang
seperti itu beratnya seperti sekarung besar.” Makin heran dan ingin makin
tau.Kevin mengira,mungkin ada benda rahasia yang disembunyikan Allan di tas
backpack-nya itu.”iya,hanya itu saja yang aku bawa.tidak ada benda aneh kok.”
Allan menjawab dengan terampil dan rasa jujur dari lubuk hatinya bahwa dia
tidak membawa apa-apa selain benda pokok yang dibutuhkannya itu.Kevin
mengangguk dan masih bingung,apa isi dari tas backpack-nya itu.
Setelah semuanya turun dari
Bus,mereka merasa lega dan akhirnya bisa sampai di desa Ompa dengan
selamat.dan,tas backpack Allan,menjadi pusat perhatian karena tasnya-lah yang
paling berat dari semua tas yang diimiliki teman-temannya.Kevin mulai
memata-matai Allan,bukan ingin mencela Allan,tapi Kevin adalah salah satu orang
yang selalu ingin tau.dan juga bukan pembuat onar.Kevin adalah anak yang
baik,tidak nakal,sombong,pembuat onar,dan lain-lain.hanya terisi sesuatu yang
ganjil di hatinya yaitu ingin tau kepemilikan atau sesuatu yang rahasia dari
orang-orang.sampai-sampai,dia nekat memberi apapun agar orang itu memberi tau rahasia
yang dimiliki orang itu.tetapi,Kevin sedikit rendah hati jika dia dipuji dalam
kepintarannya.itulah Kevin. “anak-anak,saatnya kita melakukan perjalanan ke
lokasi pertama yaitu air terjun yang sangat dekat dengan lokasi kita sekarang
ini yang bernama air terjun avira.apakah kalian siap ?” seruan pak George
sangat membangkitkan semangat. “Siap pak !”
semua bersorak dan berteriak Yeyyy!
Setengah perjalanan telah
dilewati,ternyata,jalannya sangat susah untuk dilewati.banyak rintangan yang harus
dihadapi.salah satunya batu-batuan yang mengikis jejak dan membuat mudah untuk
terjatuh.hampir semua dari kami sudah kelelahan karena rintangan dan
pendakiannya yang cukup menantang (bagiku).saat aku berjalan dan memegang batu
yang agak tinggi dan disitu terdapat daun yang panjang,karena di saat
itu,kakiku tidak dapat menahan lagi untuk menahan.jadi,aku menarik batu tinggi
dan daun itu.tetapi,ada jalan yang menurun dan langsung menurun ke bawah.dan
jjga penuh daun.“Allan !!!” semua memanggilku,termasuk pak George,aku terputar
dan terjungkir balik di bawah sana.setelah itu,aku melupakan sesuatu yang
berharga.
Aku membuka mata dan melihat bunga
melati di depanku.aku masih merasa pusing.aku sekarang ada dimana ?.aku masih
kurang tau apa yang terjadi sebelumnya.tapi,aku tidak melupakan sesuatu
penting.tapi,ada sesuatu yang berharga yang kulupakan.apa itu ?.aku melihat tas
masih ada denganku.aku membuka tas dan mencari kotak P3K dan mencari alat-alat
yang sesuai untuk menyembuhkan rasa sakit ini.tapi,aku butuh bantuan seseorang.
“Tolong ! Tolong !”. tidak ada orang disini.aku tersesat.apa yang harus
kulakukan ?.kenapa perjalanan yang menyenangkan seperti ini bisa jadi
perjalanan yang sangat buruk ?.aku harus mencari jalan keluar dari tempat ini.setelah
aku melihat beberapa tempat di sekitarku,semuanya telah ditutup oleh
pohon-pohon dan dirimbuni oleh banyak pohon.aku sudah mulai depresi.mungkin,aku
akan tidur disini dan melakukan tindak irasional dan lama-kelamaan akan menjadi
orang gila.tidak !,aku tidak mau seperti itu.aku harus bisa mencari mereka dan
kembali tepat jam 6 atas janjiku kepada Kevin dan pergi bersama teman-teman
untuk meng-observasi tempat-tempat di desa ini.itu tujuanku yang sebenarnya.aku
harus bisa.
Setelah melewati bagian-bagian
hutan dan melewati jalan keluar dari tempat tadi,aku menemui sungai dengan air
yang sangat jernih.dan begitu segar.aku mencatatat dan meng-observasi air
sungai tersebut berasal dari mana,tempat,dan letak posisi dan juga panjang
sungai.1 catatan mini sudah ku-simpulkan dengan cara observasi.aku beranjak ke
tempat lain dan melihat keadaan sekitar.mungkin,ada yang bisa kubuat lagi
dengan cara observasi.dan dapat ku-simpulkan.dan jadi hasil laporan deh.
Suara gemerisik datang dari dedaunan
di sebelah sana.suara apa yah ? . mungkin hanya hewan.tapi,rasa penasaranku
datang dan ingin beranjak ke tempat itu.lalu,ku beranikan diriku dan membuka
dedaunan itu dan melihat di lubang kecil di samping daun atau di dalam kayu
yang terdapat lubang kecil yang bisa digunakan untuk melihat.aku melihat
sesuatu memakai baju berwarna oranye.siapa yah itu ? mungkin,teman kemping.aku
langsung berdiri tanpa rasa ragu dan berjalan demi sedikit,dan “Permisi” aku
mengatakannya dengan rasa takut.karena gadis ini berbalik dan wajahnya tak
terlihat.aku mulai mengeluarkan keringat dan mulai khawatir apa yang akan
terjadi padaku nanti ? mungkin,dia hantu. “Hahhh !!” aku berlari sekuat tenaga tanpa
memikir apapun.dan aku merasa ditarik oleh seseorang.mungkin,gadis itu.aku
mulai perlahan-lahan melihat ke belakang dan melihat gadis itu menunjukkan
wajahnya yang oval dengan muka polos.aku tak berkata apapun dan gemetar
didepannya.semuanya terasa diam dan tak ada suara usik apapun.aku menatapnya
dengan malu dan merasa aneh.kenapa dia menarik tanganku begitu lama ?. aku
mulai beranikan diriku dan berkata “maaf,ini sakit !” dia sepertinya mengerti
apa yang kuucapkan. “maaf,aku hanya ingin berkenalan” akhirnya,dia menjawab.
“namamu siapa ?” aku bertanya dengan terbata-bata.dia terdiam dan mulai merasa
senang dan dia menarikku ke depan berlari sangat cepat dan dia berlari dengan
iringan lagu yang ia nyanyikan.saking semangatnya,dia melompati batu dan tetap
menarikku hingga ke suatu tempat yang tak kukenal.aku hanya merasa lelah,karena
dia menarikku terus.dan akhirnya,dia berhenti di sebuah rumah daun yang begitu
besar dan begitu alami.disitulah dia mulai menatapiku lagi. “ayo,ikut aku”. Aku
mulai merasa heran lagi,kenapa dia hanya berbicara mengenai sesuatu yang tidak
kutanyakan ?.aku pun mengikutinya dan masuk ke rumah daun itu.setelah itu,aku
melihat banyak orang berbaju oranye ada dalam rumah ini.aku tak tau siapa
mereka. “eumm,maaf,aku mengajakmu kesini.namaku Gracia Pollka,dan mereka semua
keluargaku.senang bertemu denganmu” ucap Gracia dengan senyuman simpul di
wajahnya. “oh,iya.terima kasih sudah mengajakku.namaku Allan Eren.senang
bertemu denganmu juga.tapi,kenapa kau mengajakku untuk pergi kesini ?” Allan
bertanya dengan jelas dan rasional.Gracia mulai menjawab dan “aku rasa,kamu
sedang tersesat,jadi,aku mengajakmu kesini.karena kamu seperti orang yang
kehilangan arah” senyum Gracia.aku sudah mengerti mengapa dia mengajakku
kesini.tapi,kenapa mereka semua berbaju oranye yah ?.aku juga masih bingung.
“Allan,tujuan kamu memangnya mau kemana ?” tanya Ibu berbaju oranye disamping
Gracia.lalu,aku menjawab “aku ingin bertemu bersama teman-temanku.khususnya
sahabatku,Kevin.aku tersesat saat aku jatuh dari jalan yang menurun dan
terputar menurun.aku jadi ingin melihat mereka saat itu.karena memang,aku ingin
menjelajah bersama mereka,meng-observasi bersama,dan lain-lain.tapi,kenapa
sampai jadi seperti ini ? kenapa tidak seperti yang kuharapkan ?.aku masih
bingung untuk mencari jalan keluar.” Aku pun tidak melewatkan kata satupun yang
bisu.lalu,mereka semua terdiam dan Gracia berkata “Allan,bagaimana kalau kuta
bersama mencari jalan keluar dari hutan ini ? karena aku hafal mati lho jalan
di hutan ini.maupun jalan keluar dan jalan masuk.kamu mau ikut aku ?”
lalu,setelah Gracia memberitahuku,aku langsung menjawab “baik,aku ikut !”
“hati-hati dijalan yah Gracia !” kata
ibu Gracia padanya.lalu,aku mengikuti Gracia sedang mencari jalan keluar yang
cocok untukku.dan setiap jalan yang kulewati,selalu ada yang
ku-observasi.lalu,jejak demi jejak dan lumpur yang lengket dengan
sepatuku,selalu bersahabat denganku dan Gracia,yang sedangkan Gracia hanya
merasa biasa saja tanpa memakai sendal atau sepatu.walaupun kakinya kotor,dia
tak merasa ada keganjalan di tubuhnya.padahal,kakinya sudah sangatlah kotor.dan
dia hanya merasa santai. “Allan,jalan terus ini dapat menembus langsung ke
gunung Resta dan dapat langsung menuju air terjun.tapi aku kurang tau nama air
terjun itu.mungkin kau bisa lewat jalan ini Allan” aku sangatlah merasa senang
karena telah dibantu oleh Gracia dan “Terima kasih banyak Gracia,kau sudah
banyak membantuku” Allan lalu berlari ke jalan itu dengan iringan lagu yang
dibawa Gracia setiap dia berlari.tapi,Allan melihat jam tangannya yang sudah
menunjukkan jam 17.30.30 menit lagi.dari
kapan aku terjatuh ? dan berapa waktu yang kuhabiskan untuk mencari jalan
keluar ?.lalu,aku terus berlari sekencang mungkin dan Gracia tak kalah
denganku,malah,dia yang berada didepanku sekarang.
Akhirnya,telah sampai juga di inti
gunung Resta.lalu,ku-ambil air minum dan meminumnya.sungguh lelah eksplorasiku
bersama Gracia.tetapi juga,seperti petualangan yang menyenangkan.
“Allan,disebelah sana,ada air terjun.mungkin,kau bisa dapat petunjuk dari sana
untuk mencari teman-temanmu” Gracia berkata dengan wajah polos.sedangkan
aku,hanya tersenyum dengan wajah yang penuh keringat dan tetesan air yang habis
ku-minum. “Terima kasih Gracia,akhirnya,aku bisa sampai di gunung Resta dan
juga sampai di air terjun.mudah-mudahan,aku dapat petunjuk dari
sana.atau,mungkin mereka sedang mencariku.” Aku masih berpikir dalam
pikiranku,apa mereka sedang mencariku atau tidak ? lalu aku terus berlari
melewati air terjun,atau bisa dibilang,jalan kecil yang kulewati dekat air
terjun dan jika 10 menit ini tidak bisa kugunakan sebaik mungkin untuk mencari
mereka,maka,janji terbaikku akan putus dan akan menjadi janji yang terburuk
selamanya.lalu,aku terus melanjutkan pencarianku bersama Gracia dan melihat
keadaan,waktu maghrib sudah akan datang berarti,mentari senja pun juga sudah
akan terlihat.aku mulai meneteskan air mata.dan berteriak “Teman-teman,kalian
dimana ?”.Gracia hanya terpaku melihatku dengan rasa sedih dan wajah
polos.karena aku tidak menemukan siapa-siapa.dan tersimpan rasa kecewa yang
begitu dalam.lalu,tinggal 3 menit yang tersisa dan tidak ada hasil apapun atas
hasil keringatku ini.lalu,aku menunduk kecewa dan menangis didepan Gracia yang
sedang berdiri lurus.tapi,Gracia ingin mengatakan sesuatu.lalu,aku menaikkan wajahku
dan melihatnya. “Allan,aku punya suatu permintaan” lalu,Aku merasa bingung.
“permintaan apa Gracia ?” dengan tangan dingin,Aku menunggu jawaban dari
Gracia.apakah permintaan itu ?. “Allan,bisakah aku meminta kotak oranye yang
ada di tasmu ?” lalu aku terkejut dan kotak oranye itu kan dari nenek.dan
mengapa Gracia tau bahwa kotak oranye ada di tasku.aku mengeluarkannya dan
langsung memberikannya.setelah dia mengambilnya dia menyuruhku untuk berbalik
ke belakang. “Allan !”. aku sangat terkejut mendengar suara itu,sepertinya,itu
suara Kevin.lalu,tinggal tersisa 5 detik.aku berlari secepat mungkin ke tempat
yang arahnya sebagai tempat melihat mentari senja yang sudah kujanjikan lalu
dengan Kevin. 5....4....3....2....1....
Tangisan pun muncul dari
mataku.setetes demi setetes turun dan keluar melihat mentari senja.karena
kukira,aku akan tersesat selamanya di hutan itu.lalu,aku dan Kevin melihat
mentari senja bersama-sama.dan teman-temanku dan pak George mendatangi kami
berdua.dan semuanya bersorak “Horrayyy!!” aku sangat senang hari ini.dapat
bertemu mereka kembali.akhirnya,tujuanku terkabul.
Setelah beberapa hari yang telah
dilampaui,kami semua telah lulus test.karena,ujian observasi sudah selesai.dan
akupun pulang dengan mengucapkan selamat tinggal dan sampai jumpa bertemu di
sekolah kembali semua.khususnya kepada Kevin.tapi,apa yang kulupakan yah ?.
Setelah sampai dirumah,aku langsung
menghampiri nenek dan banyak sekali pertanyaan yang aku ingin tanyakan pada
nenek.nenek yang sedang duduk di teras belakang,aku langsung berdiri didepannya
dan menanyakan berbagai hal. “nek,sebenarnya,kotak oranye itu isinya apa nek,
?” nenek tersenyum sambil menjawab “itu hanya kotak biasa Allan” aku tambah
bingung dengan jawaban nenek.”kotak itu apa nek ?” aku bertanya dengan logat
yang aneh. Tapi,nenek tidak meresponku
sama sekali.lalu,Kotak itu apa ? dan Gracia Pollka itu siapa ? “Gracia Pollka
itu termasuk penghuni hutan itu Allan.kata nenek.” Lalu,aku terkejut dan
“Ahhhh!!!...”
~THE END