Sabtu, 28 September 2013

TANGISAN MENTARI SENJA


TANGISAN MENTARI SENJA

       Pagi hari ku melihat awan sunyi di embun pagi yang dingin.melihat tas backpack yang besar sedang berdiri gagah dan menyandar ke dinding.hari ini adalah hari sabtu,dimana kemping penyelidikan alam akan pergi hari ini.Allan yang masih melihat jam dinding menunjukkan jam 5.30,masih ingin tertidur di tempat tidurnya yang empuk dan hangat.tetapi,dia tetap ingat bahwa shalat subuh lebih utama daripada tertidur nyenyak.akan ingat hal itu,Allan bangun dan mengambil air wudhu dan langsung menuju ruang shalat.dan dia pun akhirnya selesai shalat. “Allan,kamu sudah shalat kan ?” kata nenek sambil memegang sesuatu di tangannya. “Iya nek,memangnya kenapa ?” jawab Allan.nenek tersenyum simpul dan kembali memasak.”siapkan saja dulu barang-barangmu atau lihatlah dulu,siapa tau ada barang-barang yang belum dimasukkan” Allan langsung menjawab “Iya nek” Allan pergi ke kamar dan membuka res tasnya dan melihat barang-barang.mungkin,semuanya sudah ada di tas. “Allan,tolong masukkan ini ke tasmu (sebuah kotak berwarna oranye)” nenek memberinya sebuah kotak dan “ini apa nek ?” Allan masih bingung dan penasaran apa isinya.Allan melihat jam dinding ternyata,sudah jam 6.00.Allan langsung berlari ke kamar ayahnya dan membangunkannya.setelah ayah Allan bangun,mereka langsung pergi ke ruang makan dan sarapan bersama nenek.ibu Allan sudah meninggal 3 tahun yang lalu.semenjak Allan pulang dari kemping dan melihat bendera putih di depan rumah.tetapi,Allan tetap tabah menerima semua itu.dan melupakannya setelah 1 tahun berturut-turut.
        Allan diantar oleh ayahnya naik mobil dan mengangkut beberapa barang yang isinya begitu besar dan perlu bantuan untuk bawaan.Allan masih berpikir,bagaimana nanti dia akan berdiri gagah di gunung Resta.atau bisa dikenal di desa Ompa.yang banyak orang mengenalinya sebagai gunung alam tertinggi di kota Aspacheschet.Allan nanti akan pergi ke gunung itu bersama teman-temannya dan guru-guru pecinta alam disekolahnya (SMP OLIMPIQUE).setelah melewati bagian-bagian jalan,Allan berkhayal seperti di dunia mimpi menuju awal perjalanan ke kota rahasia tertinggi.sampai seperti itulah Allan berkhayal,atau bisa dibilang,khayalan yang terlalu jauh maknanya.
        Setelah sampai disekolah,Allan bertemu temannya yang biasa dipanggil Kevin.Kevin adalah teman kecil Allan.atau bisa dikenal sebagai Childhood friend.”Hai Allan.” Sapa Kevin.”Eh,Kevin.kamu juga baru sampai ya ?” Kevin mengangguk ya dan mereka berdua langsung mencium tangan ayah mereka masing-masing dan berlari masuk ke dalam lapangan sekolah untuk berkumpul. “Semuanya,tolong berkumpul dan berbaris dengan rapi.” Teriak pak George.Allan dan Kevin berbaris rapi dan bersampingan.mereka berdua tersenyum simpul karena akhirnya telah tiba dimana organisasi Pecinta Alam akan melakukan kemping yang luar biasa.mereka berdua mendengar penyampaian yang disampaikan pak George,setelah itu kembali ke tempat semula untuk melihat barang-barang dan bersiap untuk pergi dimana perjalanan yang luar biasa akan dimulai ! .
          Ting Tong,jam 8.35.waktunya untuk pergi.Allan dan kevin selalu bersama dan tidak mau terpisah agar mereka selalu bersama-sama melihat hasil penyelidikan alam yang akan mereka observasi nanti.dan kebetulan,mereka juga termasuk dalam 1 grup.begitu senangnya,mereka ingin melihat mentari senja bersama-sama.dan itu sebuah janji yang menjamin.setelah mereka semua masuk Bus,lalu “Allan,memangnya,kamu bawa apa semua ? di tas backpack-mu itu,banyak sekali yah bawaannya.” Heran Kevin selagi melihat tas backpack yang dipegang Allan.”Isinya ada baju,celana,alat mandi,alat eksplorasi,alat makan,makanan,dan lain-lain.” Kata Allan sambil menunjukkan jari.”memangnya,hanya itu saja ? tidak mungkin barang-barang seperti itu beratnya seperti sekarung besar.” Makin heran dan ingin makin tau.Kevin mengira,mungkin ada benda rahasia yang disembunyikan Allan di tas backpack-nya itu.”iya,hanya itu saja yang aku bawa.tidak ada benda aneh kok.” Allan menjawab dengan terampil dan rasa jujur dari lubuk hatinya bahwa dia tidak membawa apa-apa selain benda pokok yang dibutuhkannya itu.Kevin mengangguk dan masih bingung,apa isi dari tas backpack-nya itu.
           Setelah semuanya turun dari Bus,mereka merasa lega dan akhirnya bisa sampai di desa Ompa dengan selamat.dan,tas backpack Allan,menjadi pusat perhatian karena tasnya-lah yang paling berat dari semua tas yang diimiliki teman-temannya.Kevin mulai memata-matai Allan,bukan ingin mencela Allan,tapi Kevin adalah salah satu orang yang selalu ingin tau.dan juga bukan pembuat onar.Kevin adalah anak yang baik,tidak nakal,sombong,pembuat onar,dan lain-lain.hanya terisi sesuatu yang ganjil di hatinya yaitu ingin tau kepemilikan atau sesuatu yang rahasia dari orang-orang.sampai-sampai,dia nekat memberi apapun agar orang itu memberi tau rahasia yang dimiliki orang itu.tetapi,Kevin sedikit rendah hati jika dia dipuji dalam kepintarannya.itulah Kevin. “anak-anak,saatnya kita melakukan perjalanan ke lokasi pertama yaitu air terjun yang sangat dekat dengan lokasi kita sekarang ini yang bernama air terjun avira.apakah kalian siap ?” seruan pak George sangat membangkitkan semangat. “Siap pak !”  semua bersorak dan berteriak Yeyyy!
            Setengah perjalanan telah dilewati,ternyata,jalannya sangat susah untuk dilewati.banyak rintangan yang harus dihadapi.salah satunya batu-batuan yang mengikis jejak dan membuat mudah untuk terjatuh.hampir semua dari kami sudah kelelahan karena rintangan dan pendakiannya yang cukup menantang (bagiku).saat aku berjalan dan memegang batu yang agak tinggi dan disitu terdapat daun yang panjang,karena di saat itu,kakiku tidak dapat menahan lagi untuk menahan.jadi,aku menarik batu tinggi dan daun itu.tetapi,ada jalan yang menurun dan langsung menurun ke bawah.dan jjga penuh daun.“Allan !!!” semua memanggilku,termasuk pak George,aku terputar dan terjungkir balik di bawah sana.setelah itu,aku melupakan sesuatu yang berharga.
            Aku membuka mata dan melihat bunga melati di depanku.aku masih merasa pusing.aku sekarang ada dimana ?.aku masih kurang tau apa yang terjadi sebelumnya.tapi,aku tidak melupakan sesuatu penting.tapi,ada sesuatu yang berharga yang kulupakan.apa itu ?.aku melihat tas masih ada denganku.aku membuka tas dan mencari kotak P3K dan mencari alat-alat yang sesuai untuk menyembuhkan rasa sakit ini.tapi,aku butuh bantuan seseorang. “Tolong ! Tolong !”. tidak ada orang disini.aku tersesat.apa yang harus kulakukan ?.kenapa perjalanan yang menyenangkan seperti ini bisa jadi perjalanan yang sangat buruk ?.aku harus mencari jalan keluar dari tempat ini.setelah aku melihat beberapa tempat di sekitarku,semuanya telah ditutup oleh pohon-pohon dan dirimbuni oleh banyak pohon.aku sudah mulai depresi.mungkin,aku akan tidur disini dan melakukan tindak irasional dan lama-kelamaan akan menjadi orang gila.tidak !,aku tidak mau seperti itu.aku harus bisa mencari mereka dan kembali tepat jam 6 atas janjiku kepada Kevin dan pergi bersama teman-teman untuk meng-observasi tempat-tempat di desa ini.itu tujuanku yang sebenarnya.aku harus bisa.
            Setelah melewati bagian-bagian hutan dan melewati jalan keluar dari tempat tadi,aku menemui sungai dengan air yang sangat jernih.dan begitu segar.aku mencatatat dan meng-observasi air sungai tersebut berasal dari mana,tempat,dan letak posisi dan juga panjang sungai.1 catatan mini sudah ku-simpulkan dengan cara observasi.aku beranjak ke tempat lain dan melihat keadaan sekitar.mungkin,ada yang bisa kubuat lagi dengan cara observasi.dan dapat ku-simpulkan.dan jadi hasil laporan deh.
          Suara gemerisik datang dari dedaunan di sebelah sana.suara apa yah ? . mungkin hanya hewan.tapi,rasa penasaranku datang dan ingin beranjak ke tempat itu.lalu,ku beranikan diriku dan membuka dedaunan itu dan melihat di lubang kecil di samping daun atau di dalam kayu yang terdapat lubang kecil yang bisa digunakan untuk melihat.aku melihat sesuatu memakai baju berwarna oranye.siapa yah itu ? mungkin,teman kemping.aku langsung berdiri tanpa rasa ragu dan berjalan demi sedikit,dan “Permisi” aku mengatakannya dengan rasa takut.karena gadis ini berbalik dan wajahnya tak terlihat.aku mulai mengeluarkan keringat dan mulai khawatir apa yang akan terjadi padaku nanti ? mungkin,dia hantu. “Hahhh !!” aku berlari sekuat tenaga tanpa memikir apapun.dan aku merasa ditarik oleh seseorang.mungkin,gadis itu.aku mulai perlahan-lahan melihat ke belakang dan melihat gadis itu menunjukkan wajahnya yang oval dengan muka polos.aku tak berkata apapun dan gemetar didepannya.semuanya terasa diam dan tak ada suara usik apapun.aku menatapnya dengan malu dan merasa aneh.kenapa dia menarik tanganku begitu lama ?. aku mulai beranikan diriku dan berkata “maaf,ini sakit !” dia sepertinya mengerti apa yang kuucapkan. “maaf,aku hanya ingin berkenalan” akhirnya,dia menjawab. “namamu siapa ?” aku bertanya dengan terbata-bata.dia terdiam dan mulai merasa senang dan dia menarikku ke depan berlari sangat cepat dan dia berlari dengan iringan lagu yang ia nyanyikan.saking semangatnya,dia melompati batu dan tetap menarikku hingga ke suatu tempat yang tak kukenal.aku hanya merasa lelah,karena dia menarikku terus.dan akhirnya,dia berhenti di sebuah rumah daun yang begitu besar dan begitu alami.disitulah dia mulai menatapiku lagi. “ayo,ikut aku”. Aku mulai merasa heran lagi,kenapa dia hanya berbicara mengenai sesuatu yang tidak kutanyakan ?.aku pun mengikutinya dan masuk ke rumah daun itu.setelah itu,aku melihat banyak orang berbaju oranye ada dalam rumah ini.aku tak tau siapa mereka. “eumm,maaf,aku mengajakmu kesini.namaku Gracia Pollka,dan mereka semua keluargaku.senang bertemu denganmu” ucap Gracia dengan senyuman simpul di wajahnya. “oh,iya.terima kasih sudah mengajakku.namaku Allan Eren.senang bertemu denganmu juga.tapi,kenapa kau mengajakku untuk pergi kesini ?” Allan bertanya dengan jelas dan rasional.Gracia mulai menjawab dan “aku rasa,kamu sedang tersesat,jadi,aku mengajakmu kesini.karena kamu seperti orang yang kehilangan arah” senyum Gracia.aku sudah mengerti mengapa dia mengajakku kesini.tapi,kenapa mereka semua berbaju oranye yah ?.aku juga masih bingung. “Allan,tujuan kamu memangnya mau kemana ?” tanya Ibu berbaju oranye disamping Gracia.lalu,aku menjawab “aku ingin bertemu bersama teman-temanku.khususnya sahabatku,Kevin.aku tersesat saat aku jatuh dari jalan yang menurun dan terputar menurun.aku jadi ingin melihat mereka saat itu.karena memang,aku ingin menjelajah bersama mereka,meng-observasi bersama,dan lain-lain.tapi,kenapa sampai jadi seperti ini ? kenapa tidak seperti yang kuharapkan ?.aku masih bingung untuk mencari jalan keluar.” Aku pun tidak melewatkan kata satupun yang bisu.lalu,mereka semua terdiam dan Gracia berkata “Allan,bagaimana kalau kuta bersama mencari jalan keluar dari hutan ini ? karena aku hafal mati lho jalan di hutan ini.maupun jalan keluar dan jalan masuk.kamu mau ikut aku ?” lalu,setelah Gracia memberitahuku,aku langsung menjawab “baik,aku ikut !”
         “hati-hati dijalan yah Gracia !” kata ibu Gracia padanya.lalu,aku mengikuti Gracia sedang mencari jalan keluar yang cocok untukku.dan setiap jalan yang kulewati,selalu ada yang ku-observasi.lalu,jejak demi jejak dan lumpur yang lengket dengan sepatuku,selalu bersahabat denganku dan Gracia,yang sedangkan Gracia hanya merasa biasa saja tanpa memakai sendal atau sepatu.walaupun kakinya kotor,dia tak merasa ada keganjalan di tubuhnya.padahal,kakinya sudah sangatlah kotor.dan dia hanya merasa santai. “Allan,jalan terus ini dapat menembus langsung ke gunung Resta dan dapat langsung menuju air terjun.tapi aku kurang tau nama air terjun itu.mungkin kau bisa lewat jalan ini Allan” aku sangatlah merasa senang karena telah dibantu oleh Gracia dan “Terima kasih banyak Gracia,kau sudah banyak membantuku” Allan lalu berlari ke jalan itu dengan iringan lagu yang dibawa Gracia setiap dia berlari.tapi,Allan melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan jam 17.30.30  menit lagi.dari kapan aku terjatuh ? dan berapa waktu yang kuhabiskan untuk mencari jalan keluar ?.lalu,aku terus berlari sekencang mungkin dan Gracia tak kalah denganku,malah,dia yang berada didepanku sekarang.
          Akhirnya,telah sampai juga di inti gunung Resta.lalu,ku-ambil air minum dan meminumnya.sungguh lelah eksplorasiku bersama Gracia.tetapi juga,seperti petualangan yang menyenangkan. “Allan,disebelah sana,ada air terjun.mungkin,kau bisa dapat petunjuk dari sana untuk mencari teman-temanmu” Gracia berkata dengan wajah polos.sedangkan aku,hanya tersenyum dengan wajah yang penuh keringat dan tetesan air yang habis ku-minum. “Terima kasih Gracia,akhirnya,aku bisa sampai di gunung Resta dan juga sampai di air terjun.mudah-mudahan,aku dapat petunjuk dari sana.atau,mungkin mereka sedang mencariku.” Aku masih berpikir dalam pikiranku,apa mereka sedang mencariku atau tidak ? lalu aku terus berlari melewati air terjun,atau bisa dibilang,jalan kecil yang kulewati dekat air terjun dan jika 10 menit ini tidak bisa kugunakan sebaik mungkin untuk mencari mereka,maka,janji terbaikku akan putus dan akan menjadi janji yang terburuk selamanya.lalu,aku terus melanjutkan pencarianku bersama Gracia dan melihat keadaan,waktu maghrib sudah akan datang berarti,mentari senja pun juga sudah akan terlihat.aku mulai meneteskan air mata.dan berteriak “Teman-teman,kalian dimana ?”.Gracia hanya terpaku melihatku dengan rasa sedih dan wajah polos.karena aku tidak menemukan siapa-siapa.dan tersimpan rasa kecewa yang begitu dalam.lalu,tinggal 3 menit yang tersisa dan tidak ada hasil apapun atas hasil keringatku ini.lalu,aku menunduk kecewa dan menangis didepan Gracia yang sedang berdiri lurus.tapi,Gracia ingin mengatakan sesuatu.lalu,aku menaikkan wajahku dan melihatnya. “Allan,aku punya suatu permintaan” lalu,Aku merasa bingung. “permintaan apa Gracia ?” dengan tangan dingin,Aku menunggu jawaban dari Gracia.apakah permintaan itu ?. “Allan,bisakah aku meminta kotak oranye yang ada di tasmu ?” lalu aku terkejut dan kotak oranye itu kan dari nenek.dan mengapa Gracia tau bahwa kotak oranye ada di tasku.aku mengeluarkannya dan langsung memberikannya.setelah dia mengambilnya dia menyuruhku untuk berbalik ke belakang. “Allan !”. aku sangat terkejut mendengar suara itu,sepertinya,itu suara Kevin.lalu,tinggal tersisa 5 detik.aku berlari secepat mungkin ke tempat yang arahnya sebagai tempat melihat mentari senja yang sudah kujanjikan lalu dengan Kevin. 5....4....3....2....1....
          Tangisan pun muncul dari mataku.setetes demi setetes turun dan keluar melihat mentari senja.karena kukira,aku akan tersesat selamanya di hutan itu.lalu,aku dan Kevin melihat mentari senja bersama-sama.dan teman-temanku dan pak George mendatangi kami berdua.dan semuanya bersorak “Horrayyy!!” aku sangat senang hari ini.dapat bertemu mereka kembali.akhirnya,tujuanku terkabul.
          Setelah beberapa hari yang telah dilampaui,kami semua telah lulus test.karena,ujian observasi sudah selesai.dan akupun pulang dengan mengucapkan selamat tinggal dan sampai jumpa bertemu di sekolah kembali semua.khususnya kepada Kevin.tapi,apa yang kulupakan yah ?.
          Setelah sampai dirumah,aku langsung menghampiri nenek dan banyak sekali pertanyaan yang aku ingin tanyakan pada nenek.nenek yang sedang duduk di teras belakang,aku langsung berdiri didepannya dan menanyakan berbagai hal. “nek,sebenarnya,kotak oranye itu isinya apa nek, ?” nenek tersenyum sambil menjawab “itu hanya kotak biasa Allan” aku tambah bingung dengan jawaban nenek.”kotak itu apa nek ?” aku bertanya dengan logat yang aneh.  Tapi,nenek tidak meresponku sama sekali.lalu,Kotak itu apa ? dan Gracia Pollka itu siapa ? “Gracia Pollka itu termasuk penghuni hutan itu Allan.kata nenek.” Lalu,aku terkejut dan “Ahhhh!!!...”

               ~THE END